berjualan di internet

Tips Jualan Dropship For Dummies

Posted on

Tips Jualan Dropship For DummiesTips Jualan Dropship For DummiesDropship atau Dropshipping, bagi yang belum tau .. adalah sistem jualan dimana kita sebagai penjual yang menawarkan barang sebenernya ngga punya stok barang itu, tapi barang itu ada di pabrik/supplier, kita hanya transfer order yang kita dapat dari customer kita ke supplier, terus nantinya supplier akan mengirimkan barang tersebut ke customer kita dengan kode etik pengiriman di atas namakan olshop/nama kita. Jadi seolah-olah kita yang punya barang, dan ini bukan penipuan kan barangnya memang ada dan dikirimkan … market besar seperti Amazon dan Ebay sudah punya sistem ini dari jaman dulu (lebih ke sistem affiliate, karena pakai sistem komisi dan pengiriman tetap atas nama Amazon).

Sistem dropship membantu banyak newbie yang mau coba-coba usaha tanpa modal atau modal kecil, atau untuk pemasar yang mau coba dulu produk tsb marketnya bagus apa engga, jadi kita ngga rugi2 banget dan ga harus beli barang itu dulu. Uang transferan yang dikasih customer kita nantinya kita transfer ke supplier, sudah dipotong dengan keuntungan kita. Contoh misalnya harga barang dari supplier Rp. 100rb. + ongkos kirim Rp. 20rb, kita mark up keuntungan jadi harga barang yang ditawarkan Rp. 130rb misalnya, nah yang kita transfer ke supplier tetep Rp.100rb + 20rb ongkos kirim, sisanya adalah keuntungan kita … langsung profit tanpa modal.

Sistem dropshippingSistem dropshipping

Banyak supplier lokal sekarang menawarkan sistem drosphip, sebenernya kita harus bersyukur udah dikasih kemudahan usaha … biar ga katrok2 amat, berikut tips yang bisa dipertimbangkan untuk memulai usaha jualan pakai sistem drosphip :

1. Supplier (walaupun si supplier ngambil barang ditempat lain tetep aja namanya supplier kita), sebenernya udah membantu kita banget dengan kasih informasi produk, gambar produk, packing dan kirim barang. Jadi kita sebagai yang nyuruh ngirim harusnya dibiasakan mandiri dan mengurus customer kita sendiri.

Pengalamanku dengan penjual kembali yang katanya berlabel olshop sejak tahun sekian , ribut banget minta nomer resi sejam setelah transfer, dikasih nomer resi ngga tau mau diapain, ngga tau gimana ngeceknya, di cekin ngga percaya, disuruh cek sendiri malah marah2 .. bilangnya apa urusannya disuruh ngecek sendiri … hellooo, customer mu ya urusanmu cin 😛

Supplier yang banyak customernya biasanya sudah ada jadwal jam kirim, sudah punya kurir jemput barang, jadi bukannya tiap ada satu pesenan trus mereka lari ke JNE/kantor pos untuk kirim orderanmu. Jadi bayangin aja deh, kalau pesanan2 itu dikumpulin dulu dan dikirim setelah jam 2 misalnya, kurirnya jemput barang, belum tentu resinya sudah ada ngga mungkin begitu transfer langsung dapet nomer resi,bisa sorenya, malam atau besok paginya .. sudah ada aturannya sendiri.

kalau sudah percaya pesan di supplier itu ngga usah ribut minta nomer resi .. pasti dikasih, kewajiban supplier memang itu kog, selanjutnya anda lah yang harus mengatur jadwal anda kasih nomer resi ke customer, beritahu konsumen anda resi akan dikasih maks 24 jam atau sesuai jadwal supplier anda ngasih resi.

2. Cek berkala resi-resi customermu itu di website2 ekspedisi yang digunakan, (JNE –http://jne.co.id , Tiki – http://tiki-online.com , Pos – http://www.posindonesia.co.id ) …

ngga bisa online untuk cek resi ? itu bukan alasan, lha dirimu jualan online ya harus BISA online … kalau engga jualannya di arisan RT aja lah ..

kadang supplier yang cukup perhatian mau bantuin untuk cek resi, semua informasinya bisa diteruskan ke customermu … alasan2 kenapa terlambat sampai itu yang mesti anda pahami … use your imagination, anda pemasar harus mengerti juga bagaimana proses pengiriman itu.

Status antar ulang, itu berarti pas kurir JNE/Pos datang bisa jadi rumah lagi kosong atau alamat ngga ketemu … barang  ngga nyampe2, bisa anda konfirmasikan ke kontaknya JNE/Pos dll itu, ada di setiap website itu dan ada juga nomer telpon Customer Care nya ..

Pahami proses pengiriman ekspedisi yang digunakan, biasanya mereka akan menjatuhkan barang ke kantor pusatnya terlebih dahulu. Jadi kalau statusnya hari ini bukan di kota/daerahnya customer, ngga usah panik dulu, kemungkinan saat itu prosesnya memang jatuh ke kota besar terdekatnya dahulu baru nanti di teruskan ke daerah si customer.

Pahami, jika lama pengiriman 3-4 hari itu maksudnya dihitung setelah hari pengiriman … jadi kalau dikirim hari senin, ngitung 3 harinya dari hari Selasa, bukan Seninnya. dan kemungkinan akan lebih lama kalau kepotong hari minggu atau hari libur tanggal merah karena biasanya ekspedisi juga libur.

Pahami, supplier dan anda serta customer anda sama-sama menggunakan jasa pihak ketiga untuk pengiriman barang, kecuali supplier punya armada kurir sendiri untuk kirim barang. Selama Jne/Pos/Tiki dll. itu bukan punya si supplier, tanggung jawab supplier cuma sampai mengirimkan barang lewat ekspedisi2 tersebut, kendala-kendala pengiriman itu tanggung jawab ekspedisi … reseller yang luar biasa katroknya biasanya marah2 dan menyalahkan supplier kalau barang telat sampai, padahal alamat customernya salah, ngga jelas, kendala cuaca atau overload karena high season. Ini penting untuk anda edukasikan ke customer anda, masalah pengiriman.

3. Product Knowledge, sebelum menawarkan dan menjual barang, pahami produk yang anda jual itu dahulu. Biar ngga miskom dgn customer anda, mulai dari warnanya, bagian dalam2nya gimana, spesifikasi ukuran, dll. semua info ini bisa anda minta dari supplier, atau kalau supplier kurang informasinya bisa anda cari produk serupa di internet … tanya Google.

Kalau ada modal sedikit, bisa anda beli sample nya terlebih dahulu di supplier biar anda bisa tau bagaimana sih rupa asli produk itu. Bisa anda buat foto sendiri juga dari sample yang anda beli itu, anda ga rugi kog beli sample … bakal BEP dengan cepat plus banyak masukan yang bisa anda jelaskan ke customer nantinya.

Anda harus meng-edukasi diri anda sendiri dulu untuk kemudian meng-edukasi customer anda, dengan cara ini anda bisa kelihatan profesional ..

4. Pilih beberapa supplier dari produk yang sama atau hampir sama, biar anda tahu mana yang lebih enak diajak kerjasama, mana yang bikin susah, mana yang produknya lebih berkualitas. Coba satu2 diorder nanti anda bisa tahu gimana cara2 masing2 supplier memperlakukan reseller-resellernya.

5. Ongkos Kirim, kalau supplier biasa menggunakan JNE misalnya, maka kita harus punya arsip ongkos kirim dari kotanya supplier ke kota2 lainnya. Biarpun kita ada di Jogja, suppliernya di Jakarta, ongkos kirim franco Jakarta. Kalau kita ngga bisa online setiap saat, cari atau minta ke ekspedisi daftar ongkos kirim, print dan cek manual kalau ada pesanan. Dengan cara ini kita bisa lebih cepat kasih info ke customer berapa ongkos kirimnya, ngga harus nunggu supplier balas sms/chat dan ngga tiap kali nge-PING BBM supplier (PINGING is annoying !! ngga salah kalau akhirnya dirimu di blacklist supplier karena PANG!! PING !! melulu)

6. Retur Barang. Kemungkinan ada retur barang dari customer kita apabilan barang cacat atau tidak sesuai dengan pesanan. Hal fatal yang sering dilakukan dropshipper adalah kasih alamat suppliernya untuk retur barang … ngga gitu caranya sis kalau mau survive jadi olshoper, win win solution barang returan harus dialamatkan ke alamat anda sendiri, kalau supplier menerima returan nanti baru dikirim ke supplier, memang ada kerugian dengan ongkos kirim, tapi itu lebih baik daripada customer kita tau siapa supplier kita, besok-besok customer kita bakalan order langsung ke supplier yang pastinya harganya lebih murah daripada harga yang sudah kita mark up.

Pro dan Kontra Sistem Dropship :

Keuntungan :

  1. Bisa jualan tanpa modal, karena uangnya dari pembeli
  2. langsung dapat profit, karena bisa langsung dipotong dari uang transferan dari pembeli
  3. Ngga perlu stok barang
  4. Bisa buat tes market, coba2 jual barang baru atau yang lagi trend

Resiko :

  1. Stok barang sudah habis di supplier padahal kita baru mau pesan
  2. Tergantung banget dengan ketersediaan stok supplier, kalau ngga cepet nawarin bakal kesaing dengan reseller lain
  3. Ngga yakin banget dengan barang yang dikirimkan, kecuali suppliernya profesional yang cek kondisi barang dulu sebelum dikirim
  4. Harus banyak riset dan cari supplier yang bener terpercaya dan produk yang tepat untuk ditawarkan

Kadang ada supplier yang mengenakan cost untuk dropshipping jika dikirim ke alamat lain dengan nama pengirim dari olshop kita, mungkin untuk biaya manage prosesnya dan resiko2 ribetnya, tapi menurutku Real Supplier tidak mengenakan biaya apapun baik per order atau biaya bulanan atau biaya untuk gambar2 tanpa watermark kalau kita jadi resellernya, aturan untuk pembelian beberapa kali baru bisa jadi reseller wajar aja karena untuk membedakan mana customer langsung mana yang mau ngejual lagi, jadinya yang reseller akan mendapat harga khusus lebih murah daripada customer langsung si supplier.

Jalan usaha sudah dimudahkan, so be a good reseller !

Tulisan ini adalah Facebook Note-ku di awal tahun 2015